5 Cara Mengatasi Pelaku Licik Gaslighting, Keluar dari Manipulasi Psikologis yang Menjeratmu

Galuh Prakasa
Senin 17 Juli 2023, 21:41 WIB
Ilustrasi | 5 cara mengatasi gaslighting. (Sumber : Pexels/Timur Weber)

Ilustrasi | 5 cara mengatasi gaslighting. (Sumber : Pexels/Timur Weber)

INFOSEMARANG.COM -- Dalam kutipan dari bukunya, Panduan Pemulihan Efek Gaslight, penulis dan psikoanalis Dr. Robin Stern berbagi tips tentang cara menghadapi bentuk pelecehan emosional yang disebut gaslighting.

Dr. Robin Stern, Ph.D., adalah salah satu pendiri dan direktur asosiasi Yale Center for Emotional Intelligence serta seorang psikoanalis berlisensi dengan pengalaman selama tiga puluh tahun.

Dilansir dari helpguide pada Senin, 17 Juli 2023, pembahasan tentang gaslighting ini diambil dengan izin dari bukunya, Panduan Pemulihan Efek Gaslight.

Apa itu gaslighting? Gaslighting adalah bentuk pelecehan emosional yang licik dan terkadang tersembunyi, yang terjadi berulang kali, di mana pelaku pelecehan mengarahkan korban untuk mempertanyakan penilaian, realitas, dan dalam kasus ekstrim, keberanian mereka sendiri.

Ini adalah jenis manipulasi psikologis di mana pelaku gaslighting—orang yang lebih berkuasa dalam hubungan—mencoba meyakinkan kamu bahwa kamu salah ingat, salah paham, atau salah menafsirkan perilaku atau motivasimu sendiri, sehingga menciptakan keraguan dalam pikiranmu yang membuatmu rentan dan bingung.

Berikut adalah lima cara untuk mengatasi pelaku gaslighting, keluar dari manipulasi psikologis seseorang.

Baca Juga: Garam Bisa Hilangkan Tato, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasannya

1. Memisahkan Kebenaran dari Distorsi

Seringkali, pelaku gaslighting memberi tahu kita versi mereka tentang kejadian, dan kita benar-benar terkejut.

Ada cukup kebenaran dalam versi mereka untuk membuat kita berpikir bahwa keseluruhan paket cerita itu benar.

Memisahkan kebenaran dari distorsi bisa menjadi langkah yang membantu dalam memadamkan gasnya.

Perhatikan dengan seksama apa yang dikatakan pelaku gaslighting dan bagaimana alur percakapan berjalan.

Tulis, "Aku bilang, dia bilang, aku bilang, dia bilang" sebaik mungkin dan lihat—dalam hitam dan putih, bagaimana pelaku gaslighting memutarbalikkan apa yang terjadi atau mengalihkannya.

Perhatikan bagaimana mereka menjadikan agenda mereka sebagai topik yang baru dan satu-satunya yang perlu dibahas.

2. Tentukan apakah percakapan tersebut benar-benar tentang perebutan kekuasaan

Jika memang begitu, pilih untuk tidak terlibat. Gaslighting sangat licik sehingga kita tidak selalu menyadari apa yang sebenarnya dibahas dalam percakapan tersebut.

Sebuah pertengkaran bisa berlanjut selama berjam-jam dengan pelaku gaslighting semakin marah dan intens, berusaha membuktikan bahwa mereka benar, dan kamu semakin putus asa, berusaha untuk memenangkan mereka.

Jika kamu tidak bisa meyakinkan mereka, kamu mungkin mulai merasa bahwa tuduhan mereka benar.

Jika kamu sedang tidak bertengkar tentang kejadian nyata, maka kamu dapat yakin bahwa kamu sedang terjebak dalam pertarungan kekuasaan.

Perbedaan antara pertarungan kekuasaan dan percakapan yang tulus adalah sebagai berikut: dalam percakapan yang tulus, kedua belah pihak saling mendengarkan dan menanggapi kekhawatiran satu sama lain, meskipun kadang-kadang mereka menjadi emosional.

Jika kamu menyadari bahwa sedang terjadi perebutan kekuasaan, langkah pertamamu dalam memadamkan gasnya adalah mengidentifikasinya dan melepaskan diri.

Baca Juga: Motor Sport Adventure Baru dari Suzuki, V-Strom 250SX: Harga Hampir Rp 60 Jutaan, Simak Keunggulannya

3. Mengidentifikasi pemicu bagi kamu dan pelaku gaslightingmu

Baik kamu maupun pelaku gaslightingmu sedang menari Tango Gaslight, dan kalian berdua kemungkinan memiliki pemicu yang memulai tarian tersebut.

Setelah kamu dapat mengidentifikasi pemicu-pemicu ini, kamu akan lebih berhasil menghindarinya. Pemicu-pemicu ini dapat bervariasi, mulai dari topik seperti keluarga dan uang hingga situasi khusus, bahasa, atau perilaku.

Salah satu dari kalian mungkin memulai tarian ini, tergantung pada situasinya. Cobalah untuk mendekati topik ini tanpa rasa malu atau salahkan.

Fokuslah pada mengidentifikasi pemicu gaslight yang saling berbagi sehingga kalian berdua dapat memadamkan gasnya.

Pikirkan tentang pelaku gaslightingmu, apakah ada situasi tertentu di mana mereka lebih rentan untuk melakukan gaslighting padamu?

Bisakah kamu menjauhkan diri dengan penuh kasih sayang terhadap dirimu sendiri dan mengamati partisipasimu tanpa sadar dalam dinamika tersebut?

Ketika situasi-situasi tersebut muncul, berkomitmenlah untuk selalu berpikir jernih dan menjauh daripada terlibat.

4. Fokus pada perasaan daripada "benar" dan "salah"

Seorang pelaku gaslighting sering kali membuat tuduhan-tuduhan yang terdengar benar. Pelaku gaslighting menyoroti momen-momen rentan atau kesalahanmu.

Untuk membebaskan dirimu dari jebakan ini, berhentilah khawatir tentang siapa di antara kalian yang benar dan fokuslah pada perasaanmu.

Jika kamu merasa menyesal secara tulus, mintalah maaf dan berusaha sebaik mungkin untuk memperbaikinya.

Jika kamu merasa marah karena kamu sedang dikritik secara tidak adil, perlambat reaksimu, tarik napas dalam-dalam, dan pilihlah untuk tidak terlibat dalam argumen dengan menggunakan pernyataan yang singkat dan sederhana yang tidak mengundang tanggapan.

Jika kamu merasa bingung, diserang, hancur, atau ditakuti, terlepas dari apa yang kamu lakukan—bahkan jika kamu juga merasa menyesal—kamu sedang mengalami gaslighting dan sebaiknya menjauh.

Baca Juga: Jadwal Babak Pertama Korea Open 2023 Selasa 18 Juli 2023: 3 Wakil Indonesia akan Main di Hari Pertama

5. Ingatlah bahwa kamu tidak bisa mengendalikan pendapat orang lain, meskipun kamu benar!

Salah satu pemicu terbesar dalam proses gaslighting adalah keinginan putus asa untuk membuat orang lain setuju bahwa kamu benar.

Pada kenyataannya, kamu sama sekali tidak ingin mengendalikan pikiran orang yang melakukan gaslighting padamu seperti yang mereka lakukan terhadap pikiranmu.

Hanya mereka yang memiliki kekuasaan atas pikiran mereka sendiri dan mereka akan melihat segala sesuatu dari sudut pandang mereka, apa pun yang kamu lakukan atau katakan.

Begitu kamu memahami bahwa tidak peduli seberapa benar yang kamu yakini, semakin dekat kamu akan dengan kebebasan.

Menghentikan gaslighting bisa sangat menantang. Jika kamu tidak mencapai kemajuan yang diinginkan, pertimbangkan untuk mencari seorang terapis, kelompok dukungan, atau bantuan lainnya untuk memberikan dorongan pada upayamu.

Dalam kiat ini, kita telah membahas langkah-langkah untuk memutus siklus gaslighting dan melindungi diri sendiri dari pelecehan emosional yang merusak.

Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kamu dapat mengubah dinamika hubunganmu dan menjaga kesehatan emosionalmu.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Semarang Raya27 Maret 2025, 21:38 WIB

Posko Mudik BUMN 2025 Hadir di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sambut Ribuan Pemudik dari Kalimantan

Ribuan pemudik yang tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, disambut dengan fasilitas layanan gratis dari Posko Mudik Bersama BUMN 2025.
Posko Mudik Bersama BUMN di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. (Sumber:  | Foto: Sakti)
Pendidikan25 Maret 2025, 15:34 WIB

Universitas Semarang Raih Akreditasi Unggul

Akreditasi Unggul pada sebuah perguruan tinggi merupakan simbol bahwa lembaga atau perguruan tersebut sudah memenuhi syarat yang ditetapkan.

USM Raih Akreditasi Unggul.
 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya25 Maret 2025, 14:33 WIB

Puncak Penumpang Kereta Api di Daop IV Semarang Diprediksi H-2 Lebaran 2025

Diprediksi jumlah kedatangan penumpang tertinggi selama masa arus mudik akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025 atau H-2 dengan jumlah lebih dari 28 ribu penumpang.
Penumpang tiba di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. (Sumber:  | Foto: Sakti)
Semarang Raya22 Maret 2025, 17:35 WIB

Sambut Lebaran 2025, The Park Semarang Hadirkan Atraksi Flying Trapeze dari Rusia, Gratis Untuk Pengunjung

Sambut Lebaran, The Park Semarang kembali mempersembahkan hiburan akrobatik kelas dunia dari Rusia.
The Park Semarang mempersembahkan hiburan akrobatik kelas dunia dari Rusia.  (Sumber:  | Foto: Sakti)
Bisnis21 Maret 2025, 16:58 WIB

AXA Mandiri Hadirkan Solusi Perlindungan dan Pelunasan Biaya untuk Ibadah Haji dan Umrah

Asuransi Mabrur Insan Syariah AXA Mandiri menghadirkan solusi perlindungan dan juga perencanaan keuangan ibadah calon jemaah haji dan umrah.
AXA Mandiri meluncurkan Asuransi Mabrur Insan Syariah dalam acara literasi keuangan dan community gathering.
 (Sumber:  | Foto: Dok)
Semarang Raya17 Maret 2025, 23:09 WIB

BAIC Perluas Jaringan, Resmikan Dealer ke-10 di Semarang

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi BAIC untuk memberikan akses lebih luas bagi konsumen di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah.
BAIC meresmikan dealer resmi ke-10 di Semarang. (Sumber:  | Foto: Sakti)
Semarang Raya17 Maret 2025, 23:05 WIB

Jangan Tunggu Viral, Lurah dan ASN di Semarang Diminta Peka Terhadap Persoalan Warga

Iswar menyebut sebagai ASN atau birokrat sudah semestinya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin saat memberikan sambutan di Musrenbang Kecamatan Semarang Selatan. (Sumber:  | Foto: Sakti)
Bisnis13 Maret 2025, 22:36 WIB

Arus Mudik Kapal Laut 2025, DLU Beri Diskon Tiket

Penumpang kapal dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) diharapkan membeli tiket jauh-jauh hari agar mendapat harga diskon.
Manajemen DLU dan KSOP Semarang saat jumpa pers. (Sumber:  | Foto: Sakti)
Semarang Raya11 Maret 2025, 07:45 WIB

Sebanyak 150 Ribu Penumpang Sudah Pesan Tiket Kereta Api di Daop 4 Semarang untuk Angkutan Lebaran 2025

Selama masa Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 4 Semarang menyiapkan sebanyak 535.282 tiket, atau rata-rata 24.331 tiket per hari.
Penumpang KA di stasiun Tawang Semarang. (Sumber:  | Foto: Sakti)
Olahraga09 Maret 2025, 10:51 WIB

Dai Kyokushin Karate Indonesia Gelar Silaturahmi Sabuk Hitam dan Paguyuban Kyokushin se Jateng dan DIY

Dai Kyokushin Karate Indonesia ( DKKI ) mengadakan silaturahmi Sabuk Hitam dan Paguyuban Kyokushin se Jateng dan DIY di Hotel Aruss Semarang.
DKKI mengadakan silaturahmi Sabuk Hitam dan Paguyuban Kyokushin se Jateng dan DIY. (Sumber:  | Foto: Sakti)