Jumat, 02 Okt 2026 UmumSemarang RayaBisnisPendidikanGaya Hidup
Beranda › Semarang Raya
Semarang Raya

TPA Jatibarang Terbakar, 10 Hektare Dilalap Api, Asap Capai Pantura Semarang

✍️ Ali Rahmat 🕒 02 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
TPA Jatibarang Terbakar, 10 Hektare Dilalap Api, Asap Capai Pantura Semarang
TPA Jatibarang Terbakar, 10 Hektare Dilalap Api, Asap Capai Pantura Semarang Foto: Ilustrasi AI

SEMARANG – Langit di sejumlah wilayah Semarang mendadak diselimuti asap akibat kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kobaran api yang muncul sejak Rabu (30/9/2026) petang itu membakar area sekitar 10 hektare dan memicu kekhawatiran terhadap dampak asap bagi masyarakat.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika asap kebakaran diduga terbawa angin hingga kawasan Pantura Semarang, termasuk wilayah Krapyak dan sekitar Kawasan Industri Candi. Bau hangus tercium di sejumlah titik, sementara asap tampak menyelimuti udara di sepanjang jalur yang dilalui kendaraan.

Kebakaran tersebut bukan hanya menjadi persoalan pemadaman api. Tumpukan sampah yang terbakar, potensi bara di bagian dalam timbunan, serta risiko paparan polutan menjadikan proses penanganan membutuhkan upaya ekstra.

Petugas gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Alat berat, armada pemadam kebakaran, truk tangki air, hingga dukungan relawan turut diterjunkan agar api tidak semakin meluas.

Di tengah upaya pemadaman, Pemerintah Kota Semarang juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai paparan asap dan mengikuti perkembangan informasi resmi.

Api Melalap 10 Hektare, Tiga Zona Terdampak

Kebakaran di TPA Jatibarang mulai terjadi pada Rabu, 30 September 2026, sekitar pukul 18.04 WIB.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Tengah yang disampaikan pada Kamis (1/10/2026), kebakaran melanda lahan dengan luas sementara sekitar 10 hektare.

Area yang terdampak mencakup tiga zona di lokasi pembuangan sampah tersebut.

Dari total luasan yang dilaporkan, sekitar 8 hektare berada di Zona 1 dan Zona 2, sedangkan sekitar 2 hektare lainnya berada di Zona 3.

Besarnya area terdampak membuat petugas harus membagi operasi pemadaman ke beberapa titik. Selain menyemprotkan air ke permukaan tumpukan sampah, petugas juga mengurai timbunan menggunakan alat berat untuk menjangkau sumber panas yang berada di bagian dalam.

Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak bisa dilakukan hanya dengan menyiram bagian yang terlihat terbakar.

Bara yang tersimpan di dalam timbunan sampah berpotensi memicu munculnya titik api baru apabila proses pendinginan belum tuntas.

Hingga Kamis siang, api dilaporkan belum sepenuhnya padam. Meski demikian, petugas terus melakukan upaya pengendalian untuk mencegah kobaran meluas.

Asap Kebakaran Diduga Mencapai Pantura Semarang

Dampak kebakaran TPA Jatibarang mulai dirasakan di luar kawasan tempat pembuangan akhir.

Pantauan di Jalan Pantura wilayah Krapyak, Semarang Barat, pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 10.10 WIB menunjukkan asap masih terlihat di udara. Bau hangus juga tercium meskipun tidak terlalu kuat.

Kondisi berbeda terlihat di sekitar Kawasan Industri Candi. Di lokasi yang berjarak sekitar lima kilometer dari TPA Jatibarang tersebut, asap terlihat semakin jelas.

Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas udara, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, pengendara, pekerja industri, serta warga yang tinggal di kawasan yang terdampak asap.

Meski demikian, asap yang terlihat tidak serta-merta menunjukkan tingkat pencemaran udara tertentu. Penilaian risiko kesehatan memerlukan data pengukuran kualitas udara yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Kota Semarang menyatakan pemantauan kualitas udara terus dilakukan di wilayah yang berpotensi terdampak.

Warga yang mengalami iritasi mata, batuk, atau gangguan pernapasan diimbau mengurangi paparan asap dan mencari pertolongan medis jika mengalami gejala berat. (*)

AR
Ali RahmatRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update