Sabtu, 07 Nov 2026 Semarang RayaUmumBisnisPendidikanGaya Hidup
Beranda › Umum
Umum

Mohammad Saleh Bantah Isu Munaslub, Sebut Internal Golkar Tetap Kondusif

✍️ Sakti Setiawan 🕒 07 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber:  | Foto: dok.)
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Sumber: | Foto: dok.)

SEMARANG– Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan bahwa kondisi internal Partai Golkar saat ini tetap solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Ia membantah adanya gejolak internal maupun rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

 

Saleh menilai, isu mengenai Munaslub yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar yang jelas. Karena itu, ia meminta seluruh kader dan masyarakat tidak menanggapi kabar tersebut secara berlebihan.

 

“Itu perbuatan orang iseng, orang kurang kerjaan, jadi tidak perlu ditanggapi secara serius,” ujar Saleh saat dimintai tanggapan, Sabtu (7/11/2026).

 

Saleh yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah itu mengatakan, hingga saat ini kondisi internal partai berjalan kondusif. Menurut dia, dinamika yang berlangsung di tubuh Golkar lebih berorientasi pada upaya meningkatkan kinerja partai dan mewujudkan aspirasi masyarakat.

 

Ia menyebut semangat yang terus dibangun di kalangan kader adalah slogan “Suara Rakyat Suara Golkar, Suara Golkar Suara Rakyat”.

 

Untuk memastikan kondisi internal partai, Saleh mempersilakan masyarakat berkomunikasi langsung dengan para pengurus dan kader Golkar di berbagai tingkatan, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga pengurus di tingkat kecamatan dan desa.

 

Masyarakat juga dapat meminta informasi kepada para anggota legislatif yang bertugas di Fraksi Partai Golkar.

 

“Silakan tanyakan langsung kepada setiap kader, mulai dari yang ada di Dewan Pimpinan Pusat, DPD I dan II sampai di tingkat kecamatan dan desa. Bisa juga kepada para wakil rakyat yang ada di Fraksi Partai Golkar supaya tahu kondisi yang sebenarnya,” katanya.

 

Saleh berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang disebarkan pihak-pihak yang tidak diketahui identitas maupun tujuannya. Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada persoalan internal yang mengarah pada pelaksanaan Munaslub.

 

Menurut dia, sebagai partai yang telah melewati perjalanan panjang dalam dinamika politik nasional, Golkar memiliki mekanisme organisasi yang telah diatur secara jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Mekanisme tersebut menjadi pedoman bagi seluruh kader dalam menjalankan roda organisasi.

 

Ia pun mempertanyakan pihak yang pertama kali menyebarkan isu Munaslub tersebut.

 

“Coba tunjukkan kepada saya, siapa yang melontarkan isu Munaslub? Ada orangnya atau tidak? Jangan-jangan itu pekerjaan akun robot,” ujarnya.

 

Terkait konsolidasi organisasi, Saleh mengatakan Golkar saat ini terus melakukan penguatan struktur kepengurusan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga rukun tetangga (RT).

 

Ia juga menyebut hasil survei terhadap Partai Golkar menunjukkan tren peningkatan di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia. Menurut Saleh, hal tersebut mencerminkan respons positif masyarakat terhadap kepemimpinan partai beserta jajaran pengurusnya.

 

“Alhamdulillah, sekarang ini kondisi Golkar baik-baik saja,” tuturnya.

 

Sebelumnya, isu Munaslub Golkar beredar melalui sebuah flyer di media sosial yang mencantumkan nama Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, sebagai calon ketua umum.

 

Namun, Ahmad Doli telah membantah keterlibatannya dalam isu tersebut. Ia juga menepis kabar adanya keretakan hubungan dengan Bahlil Lahadalia dan menyebut flyer yang beredar dibuat serta disebarkan oleh pihak yang tidak dikenal.

 

Menanggapi hal itu, Saleh meminta pihak yang berada di balik penyebaran isu Munaslub untuk menyampaikan identitas dan alasan secara terbuka apabila memang memiliki dasar atas informasi tersebut.

 

“Kalau memang ada orangnya, silakan tampil secara terbuka. Tunjukkan diri, apa dasar dan alasannya, serta apa yang diinginkan. Tapi kalau itu muncul dari akun robot, ya susah kita sikapi. Robot kan tidak punya perasaan,” katanya.**

 

SS
Sakti SetiawanPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update